kita sudah sering lihat di media massa tentang saudara2 kita di Palestina yg sedang di bombardir oleh Israel. Israel dengan senjata yang sangat canggih menembak secara membabibuta korban sudah 1000
orang lebih dan dari seribu orang tersebut sebagian besar adalah warga sipil, dari sebagian warga sipil tersebut, sebagian besarnya dalah anak2 dan wanita.
sungguh suatu kejahatan Genosoid yang lebih sadis dari yang Hittler lakukan.
muncul pertanyaan di hati saya klo negara yang diserang itu adalah indonesia atau klo indonesia di jajah lagi siapkah kita untuk mengangkat senjata ?
siapkah kita untuk berperang , bergerilya , seperti yang dilakukan oleh Jenderal besar Sudirman?
atau mampukah kita untuk berorasi seperti yang dilakukan oleh Bung Tomo ?
Mampukah kita berperang seperti yang dilakukan oleh saudara kita I Gusti Ngurah Rai yang berperan dengan semboyannya Puputan Maragarana, berperang hingga tetes darah penghabisan ?
karena bukan tidak mungkin kita dapat terjajah seperti yang dilakuakan oleh Israel ke palestina.
Blog ini ditulis bertujuan agar kita tidak lengah, kita harus siap untuk menghadapi hal-hal seperti ini.
namun kita sama2 berdoa agar cita2 pendahulu bangsa kita tercapai,
yaitu menghapus semua penjajahan dari dunia ini. karena kemerdekaan
aalah Hak segala bangsa
jangan lengah
negeri kita kaya
pasti maling2 sedang mengintai kita
semangat
15 Januari 2009
03 Januari 2009
MEKANIKA KUANTUM
Mekanika Kuantum merupakan perkembangan ilmu fisika pada abad ke 21. di awali dengan robohnya mekanika klasik dalam menjelaskan Black Body radiation, kegagalan tersebut kemudian disebut sebagai bencana ultraviolet ( ultraviolet catasthrope) , pada saat itu ilmuan yang bernawa rayleigh dan jeans gagal menjelaskan fenomena Black Body, Rayleigh dan Jeans memgang teguh prinsip fisika klasik yaitu energi terpancar secara diskret akibat dari prinsip equipartisi energi. namun hasil eksperimen menunjukkan bahwa prinsip fisika klasik salah, karena pada klasik juga menyatakan bahwa energi sebanding dengan intensitas. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa intensitasnya tidak sebanding dengan frekuensi, pada nilai tertentu akan maksimal dan akan turun kembali. satu-satunya solusi untuk menjawab eksperimen ini adalah energi tidak diskret namun merambat secara paket - paket ( kuanta , Jamaknya Kuantum). solusi ini ditemukan pertama kali oleh seorang ilmuan berkebangsaan jerman yang sangat senang dengan pelajaran thermodynamics, makanya sejak saat itu orang sering menggunakan kata-kata kuantum.

Mekanika Kuantum memang sangat nyeleneh, berlainan dengan apa yang ada di mekanika klasik, seperti kucing scroedinger. bahkan seorang ilmuan mengatakan jika anda menguasai mekanika kuantum secara detail maka sebenarnya anda tidak mengetahui apa itu mekanika kuantum.
sekarang yang membingungkan adalah sebagian orang yang menggunakan kata-kata kuantum dalam hal lai seperti, kuanum ikhlas, quantum sholat, dan kuantum zakat. apa mereka mengetauhi apa itu arti dari kata kuamtum ?
02 Januari 2009
MISKINKAH INDONESIA ?

Miskinkah Indonesia , pertanyaan ini muncul ketika saya menyaksikan malam tahun baru. sebagai contoh di komplek saya, perayaan malam tahun baru sangat meriah, hampir semua orang di komplek saya mengadakan acara barbeque party. pada saat waktu menunjukkan pukul 11.30 PM suara petasan serta kembang api tak henti-hentinya membakakar langit dan merusak kesunyian malam. suara ledakan petasan yang tak henti-henti menunjukkan betapa meriahnya perayaan tahun baru di komplek saya. Bunyi kembang api tidak berhenti sampai jam HP saya menunjukkan pukul 1 AM. sekilas memang tidak ada yang aneh dalam pesta perayaan tahun baru di komlek saya tersebut, namun betapa terkejutnya saya ketika saya bertanya kepada seorang sahabat saya yang ikut merayakan pesta kembang api, berapa harga satu kembang api, untuk ukuran kecil , seperti yang saya lihat semalam ternyata haragnya berkisara antara Rp 20.000 an sampai ratusan ribu. sedangkan yang saya lihat pada tahun baru tersebut mungkin ratusan kembang api, atau bahkan mungkin ribuan kembang api. lalu saya coba mengkalkulasi dengan luas komplek saya yang hanya berpenduduk 100 an kepala keluarga, untuk pesta kembang api sudah menghabiskan uang hampir Rp 20 juta, bayangkan hanya 120 kepala keluarga, bayangkan berapa uang yang dihabiskan oleh bangsa kita ketika malam pergantian tahun ?

sangat ironis memang ditengah keterpurukan bangsa ini , ratusanribu buruh menunggu di PHK akibat krisis global, ribuan bayi terkena penyakit busung lapar akibat tak sanggup beli susu, serta jutaan anak terpaksa dan terancam putus sekolah kita maih saja berpesta di tengah kesusahan mereka. mereka beralasan mengikuti kebudayaan asing dengan berpesta pora, lalu saya berfikir, wajar saja orang asing berpesta pora, karena mereka sudah hidup makmur dengan pendapatan perkapita yang cukup besar, sedangkan negeri kita ?
sebaiknya di momen pergantian tahun di isi oleh kegiatan - kegiatan yang baik seperti saling memberi kepada warga yang tidak mampu, dan juga berintrospeksi diri. mengapa bangsa kita yang sudah merdeka puluhan tahun masih saja hidup dalam keterpuruka moral seperti ini ? mungkin ini jawaban mengapa kita masih hidup dalam keterpurukan padahal di negeri kita serba subur, serba kaya oleh bahan tambang, mulai dari tambang emas, perak, minyak, gas, aspal dah masih banayk barang tambang lainnya namun kita masih hidup dalam keterpurukan ?
Miskinkah Indonesia ?
mari kita tanya pada diri kita sendiri!
Auf Widersehen
Langganan:
Postingan (Atom)
